Pendidikan Seks untuk Pendidikan Formal   Leave a comment

Remaja dicirikan oleh alat-alat reproduksinya mulai berfungsi, emosinya sangat labil, libido (gairah seksual) juga mulai muncul, memiliki kesetiakawanan terhadap teman sebaya, dan belum menikah. Pada kenyataanya, tidak semua remaja mempunyai kendali diri yang cukup besar. Patut disayangkan, pelayanan kesehatan reproduksi justru sulit diperoleh di Indonesia. Informasi tentang seks hanya diperuntukkan bagi yang sudah menikah, sementara bagi yang belum menikah ditabukan.

Menyusun kurikulum pendidikan seks untuk sekolah formal sering dianggap justru akan merangsang remaja untuk melakukan perilaku seks sebelum saatnya, sementara pemberian kondom kepada remaja yang sudah aktif, dianggap mengesahkan atau hubungan seks yang tidak halal. Akibatnya, remaja terisolasi dari informasi dan pelayanan kesehatan tentang reproduksi sehingga tidak mengherankan jika angka penyakit menular seksual dan kehamilan remaja makin meningkat.

Pendidikan seks bukanlah sekadar penerangan tentang hubungan seks, melainkan sebagaimana pendidikan lainnya (agama, Pancasila). Artinya, pendidikan seks juga mengandung nilai-nilai baik-buruk dan benar-salah yang harus ditransformasikan kepada remaja. Nilai-nilai inilah (berorientasi pada agama, etika dan susila) yang akan mencegah perilaku seks yang tidak bertanggung jawab, bukan malah mendorongnya.

Laporan statistik di AS (1989) menunjukkan terjadinya penurunan angka kelahiran di luar nikah di kalangan remaja kulit hitam sebanyak 20 persen. Hal ini disebabkan para remaja, orangtua dan guru sudah semakin terbuka membicarakan tentang seks, sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan (Edwards, 1998).

Pastinya, nilai-nilai tersebut harus disampaikan secara proporsial dan profesional. Cara menyampaikannya tidak boleh terlalu menggurui remaja dan tidak boleh terlalu amatiran. Pendidikan seks tersebut harus disampaikan secara bersahabat dan berbobot, berisi informasi yang tepat dan benar sehingga membuat remaja tidak merasa kesal dengan informasi tersebut.

Posted 11 Januari 2010 by aliana najah in Artikel, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: