Pemilihan Bahan Ajar   3 comments

BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Masalah penting yang sering dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk “materi pokok”. Menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Selain itu bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. Pemanfaatan yang dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya yang ditinjau dari pihak guru dan cara mempelajarinya dari pihak siswa. Berkenaan dengan pemilihan bahan ajar ini, secara umum masalah yang dimaksud meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan penyajian dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran. Masalah lainnya yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar tersebut didapatkan.

Biasanya baik siswa, orang tua maupun guru cenderung menganggap sumber bahan ajar hanya dititikberatkan pada buku. Keberadaan buku memang sangat membantu dalam proses pembelajaran, namun jangan sampai hanya berpedoman pada buku. Karena masih banyak sumber bahan ajar yang lain selain buku yang dapat digunakan. Bukupun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti seperti terjadi selama ini. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar. Namun selain buku, sumber bahan ajar lainnya dapat didapatkan dari  internet, jurnal, majalah, koran, CD interaktif, lingkungan dan masih banyak lagi yang digunakan sebagai sumber belajar.

Termasuk masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru memberikan bahan ajar atau materi pembelajaran terlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai oleh siswa. Berkenaan dengan buku sumber sering terjadi setiap ganti semester atau ganti tahun ganti buku.

Sehubungan dengan itu, perlu disusun rambu-rambu pemilihan dan pemanfaatan bahan ajar untuk membantu guru agar mampu memilih materi pembelajaran atau bahan ajar dan memanfaatkannya dengan tepat. Rambu-rambu dimaksud antara lain berisikan konsep dan prinsip pemilihan materi pembelajaran, penentuan cakupan, urutan, kriteria dan langkah-langkah pemilihan, pemanfaatan, serta sumber materi pembelajaran. Sehingga guru akan lebih mendapatkan kemudahan dalam menyampaikan materi kepada siswanya. Begitu juga dengan siswa akan lebih mudah menerima materi pelajaran tersebut. Selain itu siswa bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya dikarenakan sumber bahan ajarnya tidak hanya satu jenis saja.

B.     Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar?
  2. Bagaimana cara memilih bahan ajar?
  3. Bagaimana cara mendapatkan sumber bahan ajar?

C.     Tujuan

  1. Untuk mengetahui cara memanfaatkan bahan ajar.
  2. Untuk mengetahui cara memilih bahan ajar.
  3. Untuk mengetahui cara mendapatkan sumber bahan ajar?

BAB II KAJIAN

A.  Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip dan prosedur (Reigeluth, 1987).

1. Materi jenis fakta adalah materi yang berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda, dan lain sebagainya.

Contoh : Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Seminggu ada 7 hari.

2. Materi konsep adalah materi yang berupa pengertian, definisi, hakekat, inti isi. Definisi, identifikasi, klasifikasi, ciri-ciri khusus.

Contoh : Hukum adalah peraturan yang harus dipatuh-taati, dan jika dilanggar dikenai sanksi berupa denda.

3. Materi jenis prinsip adalah materi yang berupa dalil, rumus, postulat adagium, paradigma, teorema.

Contoh : Hukum permintaan dan penawaran (jika penawaran tetap permintaan naik,maka harga akan naik), teorema phytagoras, hukum newton dll.

4.  Materi jenis prosedur adalah materi yang berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut, misalnya langkah-langkah menelpon, cara-cara pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan bel listrik.

Contoh: Langkah-langkah menjumlahkan pecahan

  1. Menyamakan penyebut.
  2. Menjumlahkan pembilang dengan pembilang dari penyebut yang telah disamakan.

Ditinjau dari pihak guru, materi pembelajaran itu harus diajarkan atau disampaikan dalam kegiatan pembelajaran. Ditinjau dari pihak siswa, bahan ajar itu harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasar indikator pencapaian belajar.

B.  Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.

Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut (Muslich, 2007):

a.   Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi.

b.   Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan.

c.   Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu, guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.

d.   Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.

e.   Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan.

f.    Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik.

g.   Peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan narasumber.

Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya.

C.  Pemanfaatan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Langkah-langkah pemanfaatan bahan ajar dalam pembelajaran berbasis kompetensi yaitu (Depdiknas, 2006:15):

  1. Strategi Penyampaian Bahan Ajar Oleh Guru

Beberapa strategi yang harus dimiliki oleh guru dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa agar bahan ajar yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh siswa adalah sebagai berikut :

  1. Strategi Urutan Penyampaian Simultan

Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih dari satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, lalu diperdalam satu persatu (metode global).

  1. Strategi Urutan Penyampaian Suksesif

Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian suksesif, materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secaar mendalam pula.

  1. Strategi Penyampaian Fakta

Jika guru harus menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta (nama-nama benda, peristiwa sejarah, nama orang, nama lambang atau symbol, dan sebagainya ) strategi yang tepat untuk mengajarkan materi tersebut adalah sebagai berikut: Sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan, atau gambar dab berikan bantuan kepada siswa untuk menghafal.

  1. Strategi  Penyampaian Konsep

Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham, dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan, menggeneralisasi, dan sebagainya. Langkah-langkah mengajarkan konsep: penyajian konsep, pemberian bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan bukan contoh), pemberian latihan, pemberian umpan balik, dan pemberian tes.

  1. Strategi Penyampaian Materi Pembelajaran Prinsip

Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum. Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi jenis prinsip adalah sajikan prinsip, berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip, berikan soal-soal latihan, berikan umpan balik, dan berikan tes.

f.    Strategi Penyampain Prosedur

Tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa daapt melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut, buka sekedar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut. Langkah-langkah mengerjakan prosedur meliputi: menyajikan prosedur, pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur, memberikan latihan ( praktek), memberikan umpan balik, dan memberikan tes.

g.   Strategi Menyampaikan Materi Aspek Afektif

Termasuk pemberian materi pembelajaran afektif menurut Bloom (1978) adalah pemberian respon, penerimaan suatu nilai, internalisasi, dan penilaian. Beberapa strategi mengajarkan materi aspek afektif antara lain penciptaan kondisi, pemodelan atau contoh, demonstrasi, simulasi, penyampaian materi atau dogma.

  1. Strategi Mempelajari Bahan Ajar Oleh Siswa

Ditinjau dari guru, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau mengajarkan kepada siswa. Sebaliknya, ditinjau dari segi  siswa, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa mempelajari   berinteraksi dengan materi pembelajaran. Secara khusus dalam mempelajari materi pembalajaran, kegiatan siswa dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

  1. Menghafal (verbal  dan parafrase)

Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya. Misalnya, misalnya nama orang, nama tempat, nama zat, lambang, peristiwa sejarah, dsb. Sebaliknya ada juga materi pembelajaran yang tidak harus dihafal persis seperti apa adanya tetapi dapat diungkapkan dengan bahasa atau dengan kalimat sendiri (menghafal para frase). Yang penting siswa paham atau mengerti, misalnya paham inti isi pembukaan UUD 1945, pengertian-pengertian, hukum-hukum dll.

  1. Menggunakan atau mengaplikasikan

Materi pelajaran setelah dihafal atau dipahami kemudian seharusnya digunakan atau diaplikasikan. Jadi dalam proses pembelajaran siswa perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan, menerapkan atau mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. Penggunaan materi berupa fakta atau data adalah untuk dijadikan bukti dalam rangka pengambilan keputusan. Penggunaan materi berupa konsep adalah untuk menyusun proposisi, dalil, atau rumus. Seperti diketahui, dalil atau rumus merupakan hubungan antara beberapa konsep. Selain itu penguasaan suatu konsep digunakan untuk menggeneralisasi dan membedakan. Penggunaan atau penerapan materi berupa prinsip adalah untuk memecahkan masalah pada suatu kasus-kasus yang ada. Penggunaan materi berupa prosedur adalah untuk dikerjakan atau dipraktekkan dan untuk melakukan suatu perbuatan. Penggunaan materi berupa sikap adalah berperilaku sesuai nilai atau sikap yang telah dipelajari.

  1. Menemukan

Menemukan cara memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan konsep, fakta, prinsip dan prosedur yang telah dipelajari. Menemukan merupakan hasil belajar tingkat tinggi. Gagne (1987) menyebutnya sebagai penerapan strategi kognitif.

  1. Memilih

Memilih disini menyangkut aspek afektif atau sikap. Dan maksudnya adaalh memelih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

D.  Pemilihan bahan ajar dalam pembelajaran berbasis kompetensi

Pembelajaran berbasis kompetensi didasarkan atas pokok-pokok pikiran bahwa apa yang ingin dicapai oleh siswa melalui kegiatan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas. Perumusan dimaksud diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh siswa. Standar kompetensi meliputi standar materi atau standar isi (content standard) dan standar pencapaian (performance standard). Standar materi berisikan jenis, kedalaman, dan ruang lingkup materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa, sedangkan standar penampilan berisikan tingkat penguasaan yang harus ditampilkan siswa. Sesuai dengan pokok-pokok pikiran tersebut, masalah materi pembelajaran memegang peranan penting dalam rangka membantu siswa mencapai standar kompetensi.

Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran, termasuk pembelajaran berbasis kompetensi, bahan ajar dipilih setelah identitas mata pelajaran, standar kompetensi, dan kompetensi dasar ditentukan. Seperti diketahui, langkah-langkah pengembangan pembelajaran sesuai KBK antara lain pertama-tama menentukan identitas matapelajaran. Setelah itu menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, strategi pembelajaran atau pengalaman belajar, indicator pencapaian, dan seterusnya. Setelah pokok-pokok materi pembelajaran ditentukan, materi tersebut kemudian diuraikan. Uraian materi pembelajaran dapat berisikan butir-butir materi penting (key concepts) yang harus dipelajari siswa atau dalam bentuk uraian secara lengkap seperti yang terdapat dalam buku-buku pelajaran. Secara garis besar, bahan ajar atau materi pembelajaran berisikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau nilai yang harus dipelajari.

Bahan ajar atau materi pembelajaran perlu dipilih dengan tepat agar seoptimal mungkin membantu siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Masalah-masalah yang timbul berkenaan dengan pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran menyangkut jenis, cakupan, urutan, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran dan sumber bahan ajar.

1. Prinsip-Prinsip Pemilihan Bahan Ajar

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran, yaitu (Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2001):

  1. Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  2. Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.
  3. Prinsip Kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.

2. Langkah-Langkah Pemilihan Bahan Ajar

Sebelum melaksanakan pemilihan bahan ajar, terlebih dahulu perlu diketahui criteria pemilihan bahan ajar. Kriteria pokok pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran adalah standar kompetensi dan kompetnsi dasar. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru di satu pihak dan harus dipelajari siswa di lain pihak hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar (Ghafur, 1986).

Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi:

a. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar

Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasikan aspek-aspek standar kompetensi dan komptensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran untuk membantu pencapaiannya (Ghafur, 1987).

b. Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran

Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur (Reigeluth, 1987).

c. Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar

Dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan mendapatkan kemudahan dalam cara mengajarkannya. Setelah jenis materi pembelajaran teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memilih jenis materi tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa . Identifikasi jenis materi pembelajaran juga penting untuk keperluan mengajarkannya. Sebab, jenis materi pembelajaran memerlukan strategi pembelajaran atau metode, media, dan system evaluasi atau penilaian yang berbeda-beda.

Cara yang paling mudah untuk menentukan jenis materi pembelajaran yang akan diajarkan adalah dengan jalan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.

Dengan mengacu pada kompetensi dasar, kita akan mengetahui apakah materi yang harus kita ajarkan berupa fakta, konse, prinsip, prosedur, aspek sikap atau psikomotorik. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan penuntun untuk mengidentifikasi jenis materi pembelajaran:

  1. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa mengingat nama suatu objek, simbol atau suatu peristiwa? Kalau jawabannya “ya” maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah “fakta” .
  2. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa kemampuan untu menyatakan suatu definisi, menuliskan ciri khas sesuatu, mengklasifikasikan atau mengelompokkan beberapa contoh objek sesuai dengan suatu definisi? Kalau jawabannya “ya” maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah “konsep” .
  3. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa menjelaskan atau melakukan langkah-langkah atau prosedur secara urut atau membuat sesuatu? Kalau jawabannya “ya” maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah “prosedur” .
  4. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa menentukan hubungan antara beberapa konsep, atau menerapkan hubungan antara berbagai macam konsep? Bila jawabannya “ya”, berarti materi pembelajaran yang harus diajarkan termasuk dalam kategori “prinsip”.
  5. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa memilih berbuat atau tidak berbuat berdasar pertimbangan baik buruk, suka atau tidak suka, indah atau tidak indah? Jika jawabannya “Ya”, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan berupa aspek afektif, sikap, atau nilai .
  6. Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa berupa melakukan perbuatan secara fisik? Jika jawabannya “Ya”, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan adalah aspek motorik.

d. Memilih sumber bahan ajar

Materi pembelajaran atau bahan ajar dapat kita temukan dari berbagai sumber seperti buku pelajaran, majalah, jurnal, koran, internet, media audiovisual, dsb.

E.      SUMBER BAHAN AJAR

Sumber bahan ajar merupakan tempat dimana bahan ajar dapat diperoleh. Dalam mencari sumber bahan ajar, siswa dapat dilibatkan untuk mencarinya. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran siswa aktif (CBSA). Berbagai sumber dapat kita gunakan untuk mendapatkan materi pembelajaran dari setiap standart kompetensi dan kompetensi dasar. Sumber-sumber dimaksud dapat disebutkan di bawah ini (Wiryokusumo dan Mustaji, 1989):

  1. Buku Teks

Buku teks yang digunakan sebagai sumber bahan ajar untuk suatu jenis mata pelajaran tidak harus hanya satu jenis,  tapi digunakan sebanyak mungkin agar mandapatkan wawasan yang luas.

  1. Laporan Hasil Penelitian

Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau oleh para peneliti sangat berguna untuk mendapatkan sumber bahan ajar yang aktual atau mutakhir.

  1. Jurnal (Penerbitan Hasil Penelitian Dan Pemikiran Ilmiah).

Jurnal-jurnal berisikan berbagai hasil penelitian dan pendapat dari para ahli dibidangnya masing-masing yang telah dikaji kebenarannya.

  1. Pakar Bidang Studi

Pakar dapat dimintai konsultasi mengenai kebenaran bahan ajar, ruang lingkup, kedalaman, urutan dsb.

  1. Profesional

Kalangan profesional adalah orang-orang yang bekerja pada bidang tertentu. Misalnya kalangan perbankan, tentu ahli di bidang ekonomi dan keuangan.

  1. Buku Kurikulum

Buku kurikulum itu merupakan standar kompetensi. Dengan standar kompetensi, maka kompetensi dasar dan materi bahan dapat ditemukan.

  1. Penerbitan Berkala Seperti Harian, Mingguan Dan Bulanan.

Penerbitan berkala seperti koran banyak berisikan informasi yang berkenaan dengan bahan ajar. Penyajian tersebut menggunakan bahasa populer yang mudah dipahami. Karena itu, penerbitan berkala baik untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar.

  1. Internet

Di internet, kita dapat memperoleh segala macam sumber bahan ajar.

  1. Media Audio Visual (TV, Video, VCD, Kaset Audio)

Kita dapat mempelajari berbagai jenis mata pelajaran seperti gunung berapi, kehidupan di laut melalui media audio visual.

10.  Lingkungan

Kita dapat menggunakan lingkungan alam berupa apa saja sebagai sumber bahan ajar.

Dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis kompetensi, buku-buku atau terbitan tersebut hanya merupakan bahan rujukan. Buku-buku pelajaran atau buku teks yang ada perlu dipelajari untuk dipilih dan digunakan sebagai sumber yang relevan dengan materi yang telah dipilih untuk diajarkan. Untuk membantu siswa  mencapai kompetensi, hendaknya guru menggunakan banyak sumber materi.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

Sebaiknya guru (instruktur) memanfaatkan bahan ajar atau media pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar dan bukan hanya menitikberatkan pada buku karena banyak sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan.

Materi pembelajaran perlu dipilih dengan tepat agar seoptimal mungkin membantu siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Masalah-masalah yang timbul berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran menyangkut jenis, cakupan, urutan, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran dan sumber bahan ajar. Jenis materi pembelajaran perlu diidentifikasi atau ditentukan dengan tepat karena setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi, media, dan cara mengevaluasi yang berbeda-beda. Cakupan atau ruang lingkup serta kedalaman materi pembelajaran perlu diperhatikan agar tidak kurang dan tidak lebih. Urutan (sequence) perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi runtut. Perlakuan (cara mengajarkan/menyampaikan dan mempelajari) perlu dipilih setepat-tepatnya agar tidak salah mengajarkan atau mempelajarinya (misalnya perlu kejelasan apakah suatu materi harus dihafalkan, dipahami, atau diaplikasikan).

DAFTAR PUSTAKA

Gafur, Abdul. 1986. Langkah Sistematis Penyusunan Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar. Sala: Tiga Serangkai.

Gafur, Abdul. 1987.  Pengaruh Strategi Urutan Penyampaian, Umpan Balik, dan Keterampilan Intelektual Terhadap Hasil Belajar Konsep. Jakarta:

PAU – UT.

Bloom Et al. 1956. Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York: McKay.

Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 2001. Kebijakan Pendidikan Menengah Umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Reigeluth, Charles M. 1987. Instructional Theories in action: Lessons Illustrating Selected Theories and Models. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publ.

Muslich, Masnur. 2007. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Wirokusumo, Iskandar DR.M.Sc. dan Mustaji. 1989. Pengelolaan Sumber Belajar. Surabaya: University Press IKIP Surabaya.

Posted 13 Januari 2010 by aliana najah in Pendidikan

3 responses to “Pemilihan Bahan Ajar

Subscribe to comments with RSS.

  1. terimaksih …krn sgt mmbantu saya untuk lebih mmperdalam ttg pemahaman bahan ajar..

  2. saya kan, masih siswa murid smp 9!
    berarti saya salah buka situs, nich!
    maay y,,?
    tpi apa an aj sich? materi itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: