Analisa Kriptanalisis   Leave a comment

Analisa Kriptanalisis Pada Algoritma Caesar Cipher

2.1.  ANALISA KRIPTOGRAFI

Kriptografi berasal dari bahasa Yunani, menurut bahasa dibagi menjadi dua kripto dan graphia, kripto berarti secret (rahasia) dan graphia berarti writing (tulisan). Menurut teminologinya kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan ketika pesan dikirim dari suatu tempat ketempat lain. Kriptografi mempunyai sejarah yang sangat menarik dan panjang. Kriptografi sudah digunakan 4000 tahun lalu yang diperkenalkan oleh orang-orang Mesir untuk mengirim pesan ke pasukan militer yang berada di lapangan dan supaya pesan tersebut tidak terbaca oleh pihak musuh walaupun kurir pembawa pesan tersebut tertangkap oleh musuh.

Selain itu, pada zaman Romawi kuno, Julius Caesar ingin mengirimkan pesan rahasia kepada seorang jendralnya di medan perang. Tetapi pesan rahasia tersebut tidak bisa dibaca oleh orang lain dan hanya bisa dibaca oleh Julius Caesar dan Jendralnya tersebut. Dengan adanya ilustrasi tersebut, istilah Cryptography dipergunakan untuk menandai aktifitas-aktifitas rahasia dalam mengirim pesan. Encryption adalah cara mengacak pesan dan Decryption adalah cara untuk merapikan pesan yang teracak. Pesan awal yang belum diacak dan yang telah dirapikan kita sebut plaintext, sedangkan pesan yang telah diacak kita sebut ciphertext.

Algortima memepunyai sejarah yang menarik yaitu kata algorism yang mempunyai arti proses perhitungan dengan bahasa Arab. Kata Algorism lambat laun menjadi kata Algorithm. Definisi terminologinya algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk penyelesaian masalah yang disusun secarqa sistematis. Algoritma kriptografi merupakan langkah-langkah logis bagaimana menyembunyikan pesan dari orang yang tidak berhak atas pesan tersebut.

Algoritma kriptografi terdiri dari tiga fungsi dasar:

  • Enkripsi

Merupakan pengaman data yang dikirimkan terjaga rahasianya. Enkripsi bisa diartikan dengan chiper atau kode.

  • Dekripsi

Merupakan kebalikan dari enkripsi, pesan yang telah dienkripsi dikembalikan kebentuk asalnya (plaintext) disebut dengan dekripsi pesan. Algoritma yang digunakan dekripsi berbeda dengan yang digunakan pada enkripsi.

  • Kunci

Merupakan kunci yang dipakai untuk melakukan enkripsi dan dekripsi, kunci terbagi menjadi dua kunci pribadi (private key) dan kunci umum (public key).

Keamanan dari algoritma kriptografi tergantung dari bagaimana suatu algoritma tersebut bekerja maka algoritma semacam ini disebut dengan algoritma terbatas (algoritma yang dipakai sekelompok orang untuk merahasiakan pesan yang dikirim).

2.2.  JENIS ALGORITMA KRIPTOGRAFI

Algoritma kriptografi dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan dari kunci yang dipakai:

  • Algoritma Simetri (menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan dekripsi)
  • Algoritma Asimetri (menggunakan kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi)
  • Hash Function

2.2.1 Algoritma Simetri

Algoritma ini juga sering disebut dengan algoritma klasik, karena memakai kunci yang sama untuk kegiatan enkripsi dan dekripsinya. Mengirim pesan dengan menggunakan algoritma ini, si penerima pesan harus diberitahu kunci dari pesan tersebut agar bisa mendekripsi pesan yang diterima. Keamanan dari pesan yang menggunakan algoritma ini tergantung pada kunci, jika kunci tersebut diketahui maka orang tersebut bisa melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap pesan tersebut.

2.2.2 Algoritma Asimetri

Algoritma ini sering juga disebut algoritma kunci public, dengan arti kata kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsinya berbeda. Pada algoritma asimetri kunci dibagi menjadi dua:

  • Kunci umum (public key): kunci yang boleh semua orang tahu
  • Kunci pribadi (private key): kunci yang dirahasiakan (hanya boleh diketahui oleh satu orang)

Kunci-kunci tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain.

2.2.3. Hash Function

Fungsi Hash sering disebut dengan fungsi hash satu arah (one-way function), message digest, fingerprint, fungsi kompresi dan message authentication code (MAC), hal ini merupakan suatu fungsi matematika yang mengambil input panjang variable dan mengubahnya kedalam urutan biner dengan panjang yang tetap. Fungsi Hash biasanya diperlukan bila ingin membuat sidik jari dari suatu pesan.

2.3. ANALISA KRIPTOGRAFI CAESAR CIPHER

Kriptografi klasik merupakan suatu algoritma yang menggunakan satu kunci untuk mengamankan data. Dua teknik dasar yang biasadigunakan pada algoritma jenis ini adalah:

  • Teknik Subtitusi: Pergantian setiap karakter plaintext dengan karakter lain
  • Teknik Transposisi (Permutasi): Teknik ini menggunakan permutasi karakter

Subtitusi chiper yang pertama pada pemerintahan Julius Caesar dikenal sebagai Caesar Cipher, yang model kriptografinya adalah mengganti posisi huruf awal dari alphabet.

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Apabila kunci dekripsi yang ditetapkan oleh pembuat adalah 3, maka tabel pengurutan alphabet akan menjadi:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 0 1 2

Rumus enkripsi kriptografi dari Caesar Cipher bisa dirumuskan sebagai berikut: C = E(P) = (P+K) mod (26)

Keterangan: P: Plaintext, C: Ciphertext, K: Kunci

Dan untuk rumus dekripsi sebagai berikut: P = D (C) = (C – K) mod (26)

Jika terdapat plaintext sebagai berikut:

KENAIKAN HARGA BBM MEMBUAT RAKYAT KECIL MENDERITA

maka jika kita menggunakan kunci 3, akan didapat ciphertext sebagai berikut:

NHQDLNDQKDUJDEEPPHPEXDWUDNBDWNHFLOPHQGHULWD

Hasil ciphertext tidak menggunakan tanda spasi, sehingga tanda spasi pada plaintext akan langsung dihilangkan apabila akan dienkripsi.

Caesar Chiper bisa dipecahkan dengan cara Brute Force yaitu suatu bentuk dari sebuah serangan yang dimana mencoba kemungkinan-kumungkinan untuk menemukan kunci tersebut sampai kunci tersebut ditemukan. Cara ini selalu berhasil walaupun memerlukan waktu yang lama.

Pada perkembangannya, algoritma Caesar Cipher memberikan suatu gagasan baru untuk menggunakan kunci lain atau bisa disebut dengan polyalphabetic. Kunci bisa jadi nama, alamat atau apasaja yang diingini oleh pengirim pesan. Pada perkembangan kriptografi ini (menggunakan satu kunci atau subtitusi deret campur kata kunci) tidak ada perulangan huruf yang sama. Jadi apabila kita mempunyai kata SISTEM INFORMASI untuk dijadikan kunci, maka kunci yang dipakai adalah SITEMNFORAI.

  • Menggunakan satu kunci

Plaintext: KENAIKAN HARGA BBM MEMBUAT RAKYAT KECIL MENDERITA

Kunci: DONY ARIYUS

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D O N Y A R I U S B C E F G H J K L M P Q T V W X Z

Ciphertext: CAGDSCDGUDLIDOOFFAFOQDPLDCXDPCANSEFAGYALSPD

  • Menggunakan dua kunci

Plaintext: KENAIKAN HARGA BBM MEMBUAT RAKYAT KECIL MENDERITA

Kunci 1: DONY ARIYUS

Kunci 2: CHILDVANIA

Kunci 1

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D O N Y A R I U S B C E F G H J K L M P Q T V W X Z

Kunci 2

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
C H I L D V A N B E F G J K M O P Q R S T U W X Y Z

Ciphertext: ICALRILTTIGBLMMVVCUMPLOGLIYLOICKRDVCAYCGROL

Dengan menggunakan lebih dari satu kunci, bisa menggunaka metode pendistribusian kunci-kunci yang ada, yang terdiri dari tiga bagian:

1. Block

Metode untuk melakukan enkripsi dengan menggunakan block adalah dengan membagi jumlah plaintext menjadi block-block yang ditentukan, tergantung dari keinginan pengirim pesan.

Contoh:

Plaintext: KENAIKAN HARGA BBM MEMBUAT RAKYAT KECIL MENDERITA

Dari plaintext diatas dapat dibagi menjadi 8 block, yang per-blocknya dapat diisi dengan 6 karakter, dan apabilatidak mencukupi akan ditambah dengan karakter “X”. Sehingga plaintext diatas dapat diuraikan menjadi

KENAIK ANHARG ABBMME MBUATR AKYATK ECILME NDERIT AXXXXX

K1

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D O N Y A R I U S B C E F G H J K L M P Q T V W X Z

K2

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
C H I L D V A N B E F G J K M O P Q R S T U W X Y Z

K3

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
M U T H I A C R B D E F G J K L N O P Q S V W X Y Z

Dari kunci diatas didapatkan plaintext:

CAGDSC CKNCQA MUUGGI FOQDPL CFYCSF ITBFGI GYALSP CXXXXX
K1 K2 K3 K1 K2 K3 K1 K2

Pada contoh diatas, K1 digunakan pada block pertama, K2 pada block kedua, dan K3 pada block ketiga. Maka dari ketiga block diatas didapatkan hasil dari pendistribusian kunci untuk ciphertextnya adalah: CAGDSCCKNCQAMUUGGIFQDPLCFYCSFITBFGIGYALSPCXXXX

2. Karakter

Metode dengan menggunakan pendistribusian perkarakter, hampir sama dengan menggunakan metode block, tetapi perkarakter diambil dari enkripsi dari tiap block. Contoh:

Plaintext: KENAIKAN HARGA BBM MEMBUAT RAKYAT KECIL MENDERITA

Dibagi perblock menjadi:

KENAIK ANHARG ABBMME MBUATR AKYATK ECILME NDERIT AXXXXX

K1

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D O N Y A R I U S B C E F G H J K L M P Q T V W X Z

K2

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
C H I L D V A N B E F G J K M O P Q R S T U W X Y Z

K3

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
M U T H I A C R B D E F G J K L N O P Q S V W X Y Z
C D J D B E D K R D Q C D H U F J I F H S D S O
k1 k1 k1 k1 k1 k1 k1 k1
k2 k2 k2 k2 k2 k2 k2 k2
K3 K3 K3 K3 K3 K3 K3 K3
D F Y D S E A I B E J I G L I L B Q D X X
k1 k1 k1 k1 k1 k1 k1
k2 k2 k2 k2 k2 k2 k2
K3 K3 K3 K3 K3 K3 K3

Huruf C pertama diambil dari enkripsi pada block pertama (K1), huruf D diambil dari enkripsi pada block kedua (K2), huruf J diambil dari enkripsi pada block ketiga (K3) dan seterusnya. Sehingga dapat diperoleh ciphertextnya:

CDJDBEDKRDQCDHUFJIFHSDSODFYDSEAIBEJIGLILBQDXX

3. Zigzag

Pendistribusian kunci dengan menggunakan metode zigzag cara untuk merybah plaintext menjadi ciphertext dengan cara menukarkan huruf asli dengan huruf yang sudah memakai kunci (K1) dan mencari huruf yang sama pada K2 dan K3, sehingga huruf yang akan menjadi ciphertext adalah huruf dari persamaan C = K3 dan sebaliknya. Contoh:

Plaintext: KENAIKAN HARGA BBM MEMBUAT RAKYAT KECIL MENDERITA

K1

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D O N Y A R I U S B C E F G H J K L M P Q T V W X Z

K2

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
C H I L D V A N B E F G J K M O P Q R S T U W X Y Z

K3

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
M U T H I A C R B D E F G J K L N O P Q S V W X Y Z

Hasil ciphertext yang didapatkan adalah

FMPKCFKPVKJGKSSOOMOSHKTJKFXKTFMDCNOMPYMJCTK

Posted 14 Januari 2010 by aliana najah in keamanan jaringan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: