Fokus apa yg Kita Punyai Sekarang?   2 comments

Kekuasaan? Kecantikan dan penampilan? Jodoh? Dukungan, pujian, popularitas? Ilmu atau profesi?

Lihat,

Hiruk pikuk apa yg terjadi

Pada saat sebuah Nama telah terangkat?

Lihat,

Pekikan-pekikan apa yg terdegar

Pada saat sebuah pemujaan telah digelar?

Lihat,

Betapa kejamnya hiruk pikuk dan pekikan kagum merajam dirimu

Dengan perintah-perintahnya yg membuatmu kehabisan napas…

Tidak henti-hentinya Ia memintamu untuk terus berdiri

Tidak boleh duduk, tidak boleh berlutut, tidak boleh berbaring

Tidak putus-putusnya Ia menuntutmu untuk menjadi putih

Tidak boleh abu-abu, tidak boleh kemerah-merahan.

Dan kau berada dalam kekuasaanNya.

Ia menggenggammu sebagaimana sebatang emas mustahil meluruhkan warna kuningnya.

Ia memerintahmu untuk melakukan serangkaian pintasan yg tanpa batas.

Yg padahal membuat dirimu sendiri bergidik saat – kau sempat – mengingatNya.

Dan kemudian kau lemparkan pertanyaan pada dirimu sendiri:

“ Siapakah aku ini? Monster garang yg mencabik-cabikkah, atau… Setan yg berbungkus sutra?”

Sungguh, inginnya kau tinggalkan semua ini.

Sungguh, inginnya kau lepaskan semua yg ada dalam genggamanmu ini.

Tapi sudah benarkah, kalau itu yg kau lakukan?

Atau jangan-jangan… itu cermin dari kepengecutanmu?

Sekarang marilah jujur menjawab, apa yg selama ini telah mnjadi fokus kita sebagai umat-Nya? Sekaligus mampukah kita merasakan ada tidaknya penyimpangan apabila kita ternyata telah mengambil fokus yg salah? apakah yg telah menjadi fokus utama kita?

Posted 18 Februari 2010 by aliana najah in Artikel

2 responses to “Fokus apa yg Kita Punyai Sekarang?

Subscribe to comments with RSS.

  1. Sungguh Paduan kecerdasan linguistic dan spiritual yang sangat dahsyat… !!!!
    Peran serta dalam membantu menelusuri hakikat fokus setiap anak manusia yang sangat halus-tidak bisa dipungkiri- harus juga melalui sebuah pendekatan akal dan hati mereka. Setiap fokus yang salah bagi seorang manusia -aktivis terutama- memang akan menjadikan dirinya sebagai Setan yang terbungkus sutra (Na’udzubillah). Sebuah energi keikhlasan yang sangat agung, akan menjadikan jiwa selalu tenang, damai, tentram, bahagia, karena setiap tetes keikhlasan itu adalah adalah sebuah hal yang besar dalam pandanganNya. Semoga kita digolongkan menjadi orang yang bisa menciptakan fokus yang benar, kemudian menjaga fokus tersebut agar mampu istiqomah. Amin..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: