Puisi Saduran   2 comments

puisinya pak habibi bwt mendiang istrinya vs puisiku buat habib ku..

inspirasi tak sempurna,,,,, pikiranku macet😛

tertulis ktika beliau mau menemuiku setelah 3 tahun tak bertemu..

Kau tahu sayang,
rasanya.. saat ini seperti ada hembusan angin badai yang tiba-tiba hilang berganti angin lembut yg menyelimuti hari hariku..

Pada airmata yang jatuh beberapa waktu itu, aku selipkan salam perpisahan,
Pada senyuman yang terukir saat ini dan ingin slalu ku ukir dstiap hari-hariku saat ini dn utk selamanya, aku selipkan salam keharmonisan,

pada kesetiaan yang telah dan akn kau ukir, pada kenangan pahit manis yang akan menghiasi perjalanan kita selama kau ada, aku bukan hendak berharap, tapi rasanya terlalu lama kau tak disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderungan dlm diriku selalu membuat mereka tergoda untuk memilikiku, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat datang,
pada kehidupanku yg serba sederhana..
Kau ciptaan-Nya yg sengaja Dia hadirkan untuk ku
sekarang kau hadir untukku, dan akan selalu untukku

selamat datang sayang…
datang dan tetap buka hati mu
selalu dan hanya untukku hingga ku tak di sini lagi.

Beliau bilang, sehari bagai setahun hahahahahaahha.. lebay..

Posted 31 Mei 2010 by aliana najah in Artikel

2 responses to “Puisi Saduran

Subscribe to comments with RSS.

  1. Like This…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: